Kamis, 18 November 2021

Rasa Empati Tidak Akan Pudar Walau Di Situasi Pandemi




( sumber gambar : merdeka.com )

Pandemi sudah berjalan sekitar 1 tahun lebih di kehidupan kita. Banyak hal-hal yang berdampak karena kasus pandemi ini terutama dalam finansial negara serta masyarakat,contohnya seperti banyaknya karyawan yang terkena PHK, kebangkrutan dimana-mana serta penyakit pandemi yang entah kapan akan berakhir.. Kehidupan yang awalnya berjalan normal pun berubah menjadi sistem daring (online)

Karena keterbatasan sosial untuk bertatap muka, membuat masyarakat yang ingin berkomunikasi atau melakukan kegiatan lainnya hanya bisa melalui virtual daring. Kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan secara offline atau langsung pun tidak bisa dilakukan kembali, namun hal tersebut tidak membuat masyarakat menjadi sesosok individual, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial.

Contohnya seperti rasa empati, walau kini masyarakat hidup berdasarkan daring tetapi tidak membuat manusia tidak memiliki hati melihat orang yang lebih membutuhkan. memang pada dasarnya setiap manusia di tengah pandemi hampir mengenai krisis ekonomi, tetapi untuk membantu mereka tetap melakukannya.



( sumber gambar : theasianparent.com )

Contoh kasus empati yang terjadi di kalangan masyarakat yaitu pada semua tweet an di platform media sosial (twitter) yang di unggah oleh akun @reynauls. Dalam tweet an nya, reynauls meminta bantuan kepada teman temannya untuk membantu menyebarkan informasi tentang sebuah pengemudi ojek online terkena penipuan yang merugikan motor pengemudi tersebut dibawa kabur.

Kronologi ceritanya pun si bapak pengemudi mendapatkan customer yang mengaku sebagai aparat kepolisian dan bapak tersebut diajak keliling dari bojong ke polsek cibinong dengan tidak memesannya melalui aplikasi. Singkat cerita sang pelaku mengantarnya ke kantor reynauls bekerja dan mengaku sebagai client, tetapi saat sedang ditanya-tanya sang pelaku meminta izin untuk meminjam motor sang korban dengan alibi mengambil berkas yang dibutuhin, lalu orang itupun langsung pergi tanpa meninggalkan jaminan apapun kepada sang korban.

Hampir 3 jam bapak tersebut menunggu, akhirnya sang bapak bertanya kepada reynauls dan lainnya "kenal ga?", namun reynauls dan lainnya pun tidak mengenalkan dan hanya tau sebagai seorang client, bahkan karcis parkiran tersebut masing dipegang korban karena sang pelaku mengaku bahwa dirinya akan balik lagi, walau terdapat CCTV tetapi tidak membantu karena sang pelaku menutup mukanya dengan topi.

Sang korban pun linglung ketika ditanya dan korban pun masih yakin bahwa orang tersebut tidak akan mencuri tetapi kalau meminjam pun tidak selama ini, bahkan sang bapak pun menunggu berjam-jam didepan ruko tempat kerja reynauls bahkan sampai sekarang pun belum ada perkembangan yang signifikat.

Karena masalah inipun masyarakat tergerak untuk menggalang donasi untuk sang korban bahkan dari pihak mitra tempat sang korban bekerja pun ikut turut membantu sang korban.




Kasus diatas merupakan salah satu kasus bentuk empati rasa masyarakat dalam membantu masyarakat lainnya yang terkena musibah. Walau kita masih hidup ditengah pandemi, tetapi rasa empati untuk tolong-menolong masih tetap ada walau dilakukan secara daring (oneline)

Semoga kita semua bisa tetap menjadi manusia yang memiliki empati dan rendah hati karena kelas Tuhan akan membalas semua perbuatan kita semasa kita masih hidup di bumi.




............................

Di edit oleh :

Enditha Laulendra Putri 2164190015

Universitas Persada Indonesia Y.A.I

Fakultas Ilmu Komunikasi


Sumber relevan :

https://twitter.com/reynauls/status/1459420085588676613?s=20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rasa Empati Tidak Akan Pudar Walau Di Situasi Pandemi

( sumber gambar : merdeka.com ) Pandemi sudah berjalan sekitar 1 tahun lebih di kehidupan kita. Banyak hal-hal yang berdampak karena kasus p...